moto

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepda-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16) ------ HKBP Sutoyo - Jln. Letjend Sutoyo, Jakarta Timur - Indonesia

RUNNING TEXT

SELAMAT DATANG DI WEB SITE SEKTOR TRANSYOGI CIBUBUR ... SEMOGA TUHAN MEMBERKATI AKTIFITAS KITA HARI INI

Sabtu, 24 Oktober 2026

"Bekas Menjadi Berkat" - Sektor Cibubur & KDM - Ke Delapan

Jemaat Sektor Cibubur HKBP Sutoyo kembali mewujudkan aksi kepedulian nyata melalui program sosial bertajuk "Bekas Menjadi Berkat". Dalam kegiatan yang kini telah memasuki pelaksanaan ke-8 kali, jemaat bergotong royong mengumpulkan aneka barang bekas, baik perlengkapan yang masih layak pakai maupun barang yang sudah tidak dipergunakan lagi di rumah tangga masing-masing. Antusiasme dan konsistensi warga jemaat dari waktu ke waktu menjadi bukti komitmen bersama untuk terus menghadirkan dampak positif bagi sesama yang membutuhkan.

Seluruh barang yang terkumpul kemudian diserahkan langsung kepada pihak Panti Asuhan Yayasan KDM (Kampus Diakonia Modern) untuk diambil, dikelola, dan dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan serta pembinaan anak-anak asuh. Kolaborasi yang telah terjalin hingga putaran kedelapan ini tidak sekadar membersihkan sudut rumah dari tumpukan barang yang tidak terpakai, melainkan mengubah benda mati menjadi sarana penopang harapan, pendidikan, dan operasional panti asuhan anak mandiri.

Semangat berbagi ini berakar dari firman Tuhan dalam Ibrani 13:16: "Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah." Ayat ini kiranya terus meneguhkan hati seluruh jemaat Sektor Cibubur agar tidak lelah menjadi saluran kasih Kristus, yakin bahwa setiap kerelaan tangan yang memberi dengan tulus merupakan persembahan harum yang memuliakan nama-Nya.


Jumat, 23 Oktober 2026

Prolog: Thema Kebaktian Sektor, 30 Oktober 2026


Syalom dan damai sejahtera bagi kita sekalian, segenap keluarga Jemaat Sektor Cibubur HKBP Sutoyo yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus.

Di penghujung tahun ini, kita kembali diingatkan akan kasih setia Sang Gembala Agung. Sepanjang perjalanan berhari-hari, berminggu-minggu, hingga berbulan-bulan, penyertaan Tuhan nyata menuntun setiap langkah hidup, pekerjaan, dan pergumulan keluarga-keluarga kita.

Sebagai bagian dari persekutuan HKBP, panggilan pelayanan gereja kita senantiasa memanggil setiap warga jemaat untuk kembali kepada akar yang paling mendasar: yaitu persekutuan di dalam rumah tangga. Program dan arah pelayanan gereja tidak akan pernah terwujud dengan utuh tanpa ditopang oleh fondasi keluarga Kristen yang kokoh berakar di dalam Kristus. Keluarga bukan sekadar tempat kembali setelah lelah beraktivitas, melainkan altar utama tempat doa dinaikkan, firman diajarkan, dan iman diwariskan dari orang tua kepada anak-anak cucu.

Saat ini, kita berdiri di ambang pergantian waktu. Sebelum melangkah menyongsong hari esok, marilah kita menatap ke dalam rumah kita masing-masing. Di hadapan Tuhan yang setia, mari kita mengikat kembali janji dan memperbarui komitmen hidup kita, sebagaimana ikrar iman yang diteguhkan oleh abdi Allah:

"Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"
(Yosua 24:15b)

Mari kita buka hati dan pikiran, menyatukan rasa syukur dan tekad setia, untuk memasuki persekutuan ibadah ini. Kiranya Tuhan memberkati persekutuan Sektor Cibubur HKBP Sutoyo, kini dan selamanya. Amin.




Jumat, 25 September 2026

Minggu, 20 September 2026

Prolog: Thema Kebaktian Sektor, 25 September 2026


Menjadi Terang dan Dampak Nyata di Lingkungan Sekitar (Yeremia 29:7)

Panggilan untuk menjadi terang bukanlah sekadar wacana spiritual yang berhenti di dalam tembok gereja atau ruang persekutuan. Terang yang sejati selalu memancarkan sinarnya ke luar, menembus ruang-ruang publik, dan membawa perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar kita. Kehadiran kita di tengah lingkungan masyarakat bukanlah suatu kebetulan, melainkan bagian dari rancangan Tuhan agar kita hadir sebagai pembawa damai dan solusi.

Hal ini sejalan dengan pesan Allah yang disampaikan melalui Nabi Yeremia kepada bangsa Israel yang sedang berada dalam masa pembuangan di Babel: “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” (Yeremia 29:7). Meskipun berada di situasi yang tidak ideal dan tidak nyaman, mereka tidak dipanggil untuk mengisolasi diri, melainkan aktif berkontribusi serta mendoakan kota tempat mereka tinggal.

Melalui pesan ini, kita diingatkan bahwa menjadi terang berarti berani melangkah untuk memberi dampak nyata. Kesejahteraan lingkungan tempat kita berada—baik di tetangga sekitar, tempat kerja, sekolah, maupun kota kita—adalah bagian dari tanggung jawab iman kita. Ketika kita aktif mengusahakan kebaikan, menunjukkan kepedulian, dan menghadirkan kasih Kristus secara nyata, saat itulah terang kita bersinar dan nama Tuhan dimuliakan melalui hidup kita.

Tuhan Memberkati

Kamis, 20 Agustus 2026

Prolog: Thema Kebaktian Sektor, 28 Agustus 2026




Kasih yang Memulihkan: Menghadapi Krisis Relasi (Efesus 4:32)

Dalam perjalanan hidup, tidak ada hubungan yang sepenuhnya bebas dari keretakan. Baik dalam pernikahan, keluarga, pertemanan, maupun komunitas gereja, luka dan kekecewaan sering kali hadir tanpa diundang. Ketika konflik terjadi dan komunikasi terputus, kita sering terjebak dalam krisis relasi—di mana ego menuntut keadilan, sementara hati memilih untuk menutup diri dan menyimpan dendam.

Namun, di tengah retaknya hubungan antarmanusia, Alkitab menawarkan jalan pemulihan yang radikal. Rasul Paulus mengingatkan kita dalam Efesus 4:32:

"Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah dalam Kristus telah mengampuni kamu."

Pemulihan relasi tidak dimulai ketika orang lain berubah, melainkan ketika kita mengizinkan kasih Allah mengubah cara kita merespons luka. Kasih yang memulihkan bukanlah sekadar perasaan hangat, melainkan sebuah keputusan sengaja untuk melepaskan pengampunan—sama seperti kita yang telah terlebih dahulu diampuni oleh Kristus. Mari kita buka hati untuk memahami bagaimana kasih-Nya mampu merobohkan tembok keangkuhan dan menyembuhkan relasi yang paling retak sekalipun.

Tuhan Memberkati