moto

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepda-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16) ------ HKBP Sutoyo - Jln. Letjend Sutoyo, Jakarta Timur - Indonesia

RUNNING TEXT

SELAMAT DATANG DI WEB SITE SEKTOR TRANSYOGI CIBUBUR ... SEMOGA TUHAN MEMBERKATI AKTIFITAS KITA HARI INI

Minggu, 04 Januari 2026

Ringkasan Pedoman Pelayanan HKBP 2026: "Transformasi: Pengajaran Iman di Tengah Keluarga"



Horas...! Amang dan Inang Jemaat Sektor Cibubur HKBP Sutoyo yang dikasihi Tuhan Yesus Kristrus.

Tahun 2026 ditetapkan oleh HKBP sebagai Tahun Transformasi: Pengajaran Iman di Tengah Keluarga, tahun 2026 fokusnya bergerak ke jantung kehidupan jemaat, yaitu Keluarga. Kami membuat ringkasan dari buku pedoman yang mengena langsung kepada pelayanan keluarga sebagai berikut:

A. Tema, Dasar Alkitab dan Visi Utama
  1. Tema: "Transformasi: Pengajaran Iman di Tengah Keluarga".
  2. Nas Alkitab: Ulangan 6:4-9. 6:4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! 6:5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. 6:6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 6:7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 6:8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, 6:9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.
  3. Visi Utama: Menjadikan keluarga sebagai Ecclesia Domestica (Gereja Rumah Tangga), di mana rumah menjadi sekolah kehidupan pertama dan tempat iman bertumbuh.

B. Mengapa Keluarga Menjadi Fokus Utama?
HKBP melihat adanya urgensi untuk memperkuat benteng keluarga di tengah tantangan zaman yang semakin berat, antara lain:
  1. Tantangan Digital: Arus informasi dan gawai (gadget) yang membuat waktu kebersamaan dan percakapan iman di rumah semakin berkurang.
  2. Fenomena "Fatherless": Kurangnya peran ayah dalam pengajaran iman di rumah.
  3. Krisis Hubungan: Tekanan ekonomi dan kesibukan yang merenggangkan hubungan antaranggota keluarga.
Tujuannya adalah mengembalikan fungsi keluarga sebagai pusat pembinaan iman, sehingga transformasi tidak hanya terjadi di mimbar gereja, tetapi juga di meja makan rumah jemaat.

C. Apa yang Diharapkan dari Warga Jemaat?
Gereja mengajak seluruh keluarga Kristen untuk melakukan "Gerakan Kembali ke Rumah" (back to home) dengan langkah-langkah praktis berikut:

1. Menghidupkan Mezbah Keluarga:
    • Melakukan ibadah keluarga secara rutin (pagi atau malam).
    • Membangun kebiasaan doa bersama, doa makan, dan partangiangan sebagai napas kehidupan, bukan sekadar rutinitas.
2. Menjadikan Meja Makan sebagai Altar:
    • Mengembalikan tradisi makan bersama sebagai momen diskusi, berbagi cerita, dan pengajaran iman.
3. Peran Aktif Orang Tua:
    • Bapak & Ibu: Bertindak sebagai "imam" dan "guru" yang mengajarkan Firman Tuhan berulang-ulang kepada anak.
    • Ayah: Diharapkan mengambil peran lebih aktif dalam membimbing kerohanian anak, bukan hanya menyerahkannya pada Ibu atau Sekolah Minggu.
4. Pendidikan Digital (Digital Parenting):
    • Orang tua perlu melek teknologi untuk membimbing anak menggunakan media sosial dengan bijak dan beretika Kristen.

D. Program  untuk Jemaat
  1. Ibadah Keluarga & Table Talk: Gereja akan menyediakan panduan liturgi/doa harian dan bahan diskusi iman (Table Talk) untuk digunakan di rumah.
  2. Family Healing Center: Layanan konseling atau ruang pastoral bagi keluarga yang mengalami krisis relasi atau masalah rumah tangga.
  3. Family Camp/Gathering: Kegiatan kemah untuk keluarga guna memperkuat hubungan dan iman keluarga.
  4. Eco Parenting (Generasi Hijau): Mengajak keluarga menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, seperti hemat energi, menanam pohon dan pengolahan sampah di rumah.

Kesimpulan:
Tahun 2026 adalah panggilan bagi setiap keluarga HKBP untuk menjadikan rumah bukan sekadar tempat singgah, melainkan tempat Allah bertakhta. Dengan memperkuat iman di dalam keluarga, kita membangun gereja yang hidup dan bangsa yang diberkati.

Mauliate,
Sintua Sektor