moto

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepda-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16) ------ HKBP Sutoyo - Jln. Letjend Sutoyo, Jakarta Timur - Indonesia

RUNNING TEXT

SELAMAT DATANG DI WEB SITE SEKTOR TRANSYOGI CIBUBUR ... SEMOGA TUHAN MEMBERKATI AKTIFITAS KITA HARI INI

MISERICORDIAS DOMINI

Misericordias Domini: Beristirahat dalam Kasih Setia Sang Gembala Agung

Di dalam suasana kemenangan Paskah yang terus mengalir, jemaat tiba pada hari Minggu kedua setelah kebangkitan yang dikenal dengan nama Misericordias Domini. Nama ini diambil dari bahasa Latin yang berarti "Kasih Setia TUHAN", merujuk pada penggalan nats dari Mazmur 33:5: "Misericordia Domini plena est terra" (Bumi penuh dengan kasih setia TUHAN). Secara simbolis, minggu ini sering disebut sebagai Minggu Gembala yang Baik, di mana jemaat diajak untuk merenungkan betapa amannya hidup kita berada di bawah pemeliharaan Kristus yang telah bangkit dan menang atas maut. Jika minggu sebelumnya kita belajar tentang pertumbuhan layaknya bayi, kini kita diajak untuk mengenali suara dan pimpinan Sang Gembala.

Tokoh sentral dalam narasi ini adalah Yesus Kristus, yang menyatakan diri-Nya bukan sebagai penguasa yang jauh, melainkan sebagai Gembala yang Baik yang mengenal domba-domba-Nya satu per satu. Peristiwa ini merujuk pada pengajaran Yesus mengenai hubungan yang sangat intim antara Gembala dan kawanan-Nya, di mana Sang Gembala bersedia memberikan nyawa-Nya demi keselamatan domba-domba itu. Secara liturgis, warna di altar gereja masih menggunakan warna Putih, melambangkan sukacita atas perlindungan Tuhan yang kudus dan tidak berkesudahan bagi gereja-Nya. Jemaat melantunkan pujian syukur atas bumi yang dipenuhi oleh kebaikan Allah:

"Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN." (Mazmur 33:5)

Mengapa perenungan Misericordias Domini ini sangat menenangkan bagi setiap keluarga? Tujuannya adalah untuk memberikan rasa aman dan identitas yang jelas bagi jemaat sebagai umat pilihan. Alkitab mengajarkan bahwa kita bukanlah domba-domba liar yang tersesat tanpa arah, melainkan kawanan yang memiliki pelindung sejati. Di tengah dunia yang penuh dengan "serigala" berupa tantangan ekonomi, perpecahan, dan kecemasan, Yesus menjamin bahwa tidak ada seorang pun yang dapat merebut kita dari tangan-Nya. Melalui minggu ini, kita diingatkan bahwa kasih setia Tuhan itu konkret; Ia menuntun ke air yang tenang dan memulihkan jiwa kita.

"Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya... Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku." (Yohanes 10:11, 27)

Lalu, bagaimana kita harus menghayati kasih setia Tuhan ini dalam kehidupan praktis sehari-hari? Kita dipanggil untuk menjadi "domba yang taat" yang mampu membedakan suara Sang Gembala dari suara-suara dunia yang menyesatkan. Di dalam pelayanan, kita diajak untuk saling mempedulikan, mencari yang terhilang, dan membalut yang terluka, meneladani karakter Yesus yang penuh kasih setia. Caranya adalah dengan menjaga hubungan pribadi dengan Tuhan melalui doa dan persekutuan, agar telinga rohani kita tetap peka terhadap tuntunan-Nya. Sebagaimana Rasul Petrus mengingatkan bahwa kita yang dahulunya tersesat, kini telah kembali kepada Sang Pemelihara Jiwa:

"Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu." (1 Petrus 2:25)


Minggu Misericordias Domini mengingatkan setiap jemaat bahwa kita adalah milik kepunyaan Tuhan yang paling berharga. Janganlah takut menghadapi lembah kekelaman, sebab kasih setia-Nya memenuhi bumi dan tangan-Nya yang kuat senantiasa menopang kita. Mari kita berjalan dengan penuh kepercayaan, yakin bahwa di bawah pimpinan Sang Gembala yang Baik, kebaikan dan kemurahan akan mengikuti kita seumur hidup kita.