moto

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepda-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16) ------ HKBP Sutoyo - Jln. Letjend Sutoyo, Jakarta Timur - Indonesia

RUNNING TEXT

SELAMAT DATANG DI WEB SITE SEKTOR TRANSYOGI CIBUBUR ... SEMOGA TUHAN MEMBERKATI AKTIFITAS KITA HARI INI

Minggu, 30 November 2025

Minggu Advent

Minggu Advent adalah masa sakral empat minggu dalam kalender gereja yang melambangkan penantian ganda: menyambut kelahiran Yesus Kristus di masa lalu dan mempersiapkan diri untuk kedatangan-Nya yang kedua di masa depan. Lebih dari sekadar hitungan mundur menuju Natal, masa ini merupakan undangan untuk introspeksi rohani, memadamkan hiruk pikuk duniawi, dan menghidupkan kembali nyala pengharapan, damai sejahtera, sukacita, dan kasih. Penantian aktif ini berakar pada janji-janji ilahi, yang mencapai puncaknya dalam nubuatan seperti Yesaya 9:5 (TB): "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai," menegaskan bahwa masa Advent adalah saat untuk mempersiapkan hati bagi Sang Terang dunia yang membawa kuasa dan damai kekal.




Minggu, 23 November 2025

Memento Mori

Memento Mori—"ingatlah bahwa engkau akan mati"—adalah prinsip refleksi kuno yang berfungsi bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai pengingat mendesak akan nilai waktu dan kefanaan keberadaan manusia, sebuah konsep yang mendorong kita untuk hidup penuh kesadaran dan tanpa penundaan. Kesadaran bahwa hidup ini terbatas, seperti yang disuarakan dalam Yakobus 4:14 (TB): "Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap," menantang kita untuk mengesampingkan hal-hal fana dan berfokus pada iman, kasih, dan tujuan abadi, sehingga setiap hari dijalani dengan intensitas, kerendahan hati, dan syukur yang maksimal, alih-alih diliputi oleh kesibukan yang sia-sia.